Gadiz V & Bass G and the G&B All Stars
Gadiz V soprano, alto & tenor saxes & Vocal
Bass G sopranino, Soprano, alto & Tenor Saxes
Ilyas Muhadji bass
Yudistira keyboard
Chery Larrazuardi drums
Ari guitar
Style: Pop Jazz
Country: Indonesia

G&B - Gadiz V & Bass G
Gadiz secara formal pertama belajar bermain saksofon pada Agus Cipto yang dilanjutkan oleh Anto Praboe kemudian Almarhum Pak Nur Aslan pada kurun 6 bulan pertama ia mengenal saksofon. Selepas itu sampai dengan sekarang baik Gadiz dan Bass dilatih oleh ayahnya untuk teknik dasar bermain saksofon. Sedikit berbeda dengan Bass, yang dalam hal ini, hanya pernah sesaat berguru pada Anto Praboe sebelum ia sepenuhnya berlatih bersama ayahnya. Pada tahun 2004 Gadiz dan Bass berkesempatan untuk menimba skill bermain saksofon di San Francisco secara intensif dari Ron Graham selama 5 minggu, disamping mengikuti beberapa work shop seperti yang diberikan oleh Jeff Kashiwa ketika saksofonis jepang kelahiran Amerika ini berkunjung ke Jakarta. Di San Francisco, Gadiz juga mendapat kesempatan untuk berlatih olah vocal dengan penyanyi Jazz San Francisco, Eleonor England. Sejak bulan Oktober 2005 sampai sekarang, Gadiz dan Bass berkesempatan untuk memperdalam pengetahuan di bidang alat tiup dari salah satu Maestro Musisi Jazz Senior Indonesia, Benny Likumahuwa. Banyak mentor bagi Gadiz dan Bass dalam perjalanannya di dunia musik tiup, dua yang paling sering tampil bersama adalah Arief Setiadi dan Kenny Jo disamping saksofonis Indonesia lainya.
Pada akhir tahun 2004, tepatnya di bulan Desember, G&B merilis album perdana mereka yang berjudul Exotic Saxex 2004. Judul album diambil dari jenis jenis saksofon yang memakai merek nama mereka G&B. Merek saksafon ini sedikit berbeda karena menonjolkan jenis-jenis yang tidak umum seperti sopranino, semi curved soprano, baby sax, alto lurus disamping pilihan warnanya yang juga tidak konvensional seperti merah, ungu, dan yang body painted. Di bawah sponsor saksofon berteknologi Perancis ini Gadiz dan Bass diharapkan untuk dapat mengubah citra saksofon yang saat ini diannggap hanya umum dimainkan untuk musik tertentu dan biasanya dimainkan oleh orang dewasa. Di tahun 2006, G&B akan kembali merilis album keduanya yang berisi lagu lagu Indonesia yang sudah ada. Di samping itu mereka masing-masing akan mengeluarkan album solo yang berisikan lagu original hasil tulisan mereka sendiri. Gadiz dan Bass memainkan hampir seluruh jenis dan gaya musik, khusus dalam katagori jazz, Gadiz dan Bass cenderung untuk mengkatagorikannya kedalam “Commercial Jazz” sedikit dekat dengan smooth jazz tapi lebih lagi.
Pada bulan April 2005 Gadiz dan Bass masing masing menerima sertifikat MURI untuk katagori sakfofonis termuda Indonesia yang telah tampil profesional sejak umur 8 tahun, dan pada kesempatan yang sama menerima “Reward Prambors” untuk katagori artis pendatang baru.
Press Quotes
“Ini dia duet pemain saksofon termuda di Indonesia! Namanya Gadiz V dan Bass G. Kakak beradik yang umurnya masi belum 13tahun. …Dahsyat banget! Hai Edisi Mei 2005
“The Exotic Sound. Buat keduanya saxofon adalah belahan jiwa. Ketika anak anak seusia mereka berkutat dengan video games, Gadiz en Bass rutin berlatih meniup saxofon. Kerja keras keduanya kini berbuah prestasi” Poster Edisi Nopember 2004
“Don’t Let Them Stop Playing” quoted after the performance at Jazz Goes to Café, Hotel Santika Surabaya. Bubbi Chen
“They are not even teenagers yet, but their skill surely will blow you away, they started really young back in Indonesia……..”Arthur Manuntag & Brian Richmond(97.00 FM Singapore), Masters of Ceremonies “In a Sentimental Journey” November 8, 2003 at the Hard Rock Café Singapore
